Tersenyum melihat gelagat gadis kecil,
Gelak tawanya mendamaikan jiwa,
Sungguh aku ingin kembali menjadi sepertinya,
Saat derita, masalah tidak membelenggu diri,
Saat aku tidak mengenal dunia nyata,
Hidup dalam dunia imaginasi...
Bagaimana harusku katakan kepada Tuhanku,
Bahawa saat aku mendewasa,
Lagi banyak sakit yang kurasa,
Ada ketika bahagia hanya datang menjengukku,
Singgahnya takkan lama,
Bahkan perginya terburu-buru...
Wahai bidadari kecil,
Tahukah engkau,
Luar sana adanya derita,
Pabila kau meningkat remaja,
Hati dan ragamu kena tekal,
Menangis sudah menjadi teman baikmu,
Tapi pintaku,
Jangan sesekali kau lupa pada TuhanMu,



No comments:
Post a Comment